Kamis, 25 September 2014



TUGAS
MENCARI SEJARAH KEPERAWATAN

NAMA : RAHMAH SAFITRI
NIM : PO.62.20.1.14.032
REGULER XVII KEPERAWATAN







POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES PALANGKARAYA
KALIMANTAN TENGAH
2014
SEJARAH PERKEMBANGAN KEPERAWATAN
A.  PERKEMBANGAN KEPERAWATAN DI DUNIA
1.   Zaman purba
Dimana pada dasarnya manusia  diciptakan telah memiliki naluri untuk merawat diri sendiri sebagaimana tercermin pada seorang ibu.naluri yang sederhana adalah memelihara kesehatan dalam hal ini adalah menyusui anaknya sehingga harapan pada awal perkembangan keperawatan,perawat harus memiliki naluri keibuan (mother instinct) kemudian bergeser ke zaman purba di mana pada zaman ini orang masih percaya pada sesuatu tentang adanya kekuatan mistis yang dapat mempengaruhi kehidupan manusia,kepercayaan ini dikenal dengan nama animism,dimana seseorang yang sakit dapat disebabkan karena kekuatan alam atau pengaruh kekuatan gaib.Kemudian dilanjutkan dengan kepercayaan pada dewa-dewa dimana pada masa itu penyakit dianggap disebabkan karena kemarahan dewa sehingga kuil-kuil didirikan sebagai tempat pemujaan dan orang yang sakit meminta kesembuhan di kuil tersebut dengan bantuan priest physician.
2.   Zaman Keagamaan
Pada zaman ini,perkembangan keperawatan ini mulai bergeser ke arah spiritual dimana seseorang yang sakit dapat disebabkan karena adanya dosa atau kutukan Tuhan.Pusat perawatan adalah tempat-tempat ibadah sehingga pada waktu itu pemimpin agama dapat disebut sebagai tabib yang mengobati pasien karena ada anggapan yang mampu mengobati adalah pemimpin agama sehingga pemimpin agama dijunjung tinggi.Sedangkan perawat dianggap sebagai budak dan mendapat penghargaan yang rendah karena pekerjaannya didasarkan perintah dari pemimpin agama yang berperan sebagai tabib.

3.   Zaman Masehi
Pada permulaan masehi,agama Kristen mulai berkembang.Pada masa ini keperawatan mengalami kemajuan yang berarti seiring dengan kepesatan perkembangan agama Kristen. Organisasi wanita pertama yang dibentuk pada saat itu dinamakan Deaconesses,mengunjungi orang-orang sakit dan anggota keagamaan laki-laki memberikan perawatan serta mengubur orang mati.Pada perang salib perawat laki-laki dan perempuan bertugas merawat orang-orang yang luka dalam peperangan tersebut.
Kemajuan  profesi keperawatan pada masa ini juga terlihat jelas dengan berdirinya rumah sakit terkenal  di Roma yang bernama Monastic Hospital. Rumah sakit ini dilengkapi dengan fasilitas perawatan berupa bangsal-bangsal perawatan untuk merawat orang sakit serta bangsal-bangsal lain sebagai  tempat merawat orang  cacat,miskin dan yatim piatu.
Seperti halnya di Eropa,pada pertengahan abad VI masehi keperawatan juga berkembang di benua Asia.Tepatnya di Timur Tengah seiring dengan perkembangan agama islam.Pada masa ini di jazirah Arab berkembang pesat ilmu pengetahuan seperti ilmu pasti,ilmu kimia,hygiene dan obat-obatan.Hal ini menyebabkan keperawatan juga berkembang.Prinsip dasar keperawatan,seperti pentingnya menjaga kebersihan diri (personal hygiene),kebersihan makanan,air dan lingkungan berkembang pesat.Tokoh keperawatan yang terkenal dari dunia Arab pada masa ini adalah Rafidah.

4.   Permulaan abad XVI
Struktur dan orientasi masyarakat berubah dari orientasi keagamaan menjadi orientasi pada kekuasaan,yaitu perang,eksplorasi kekayaan alam serta perkembangan pengetahuan.Akibatnya banyak gereja dan tempat ibadah ditutup,padahal tempat ini digunakan oleh ordo-ordo keagamaan untuk merawat orang-orang sakit.
           
5.   Perang Saudara sampai Awal Abad ke-20
Clara Barton,pendiri Palang Merah Amerika,merawat para serdadu di medan perang,membersihkan luka,memenuhi kebutuhan dasar,dan menentramkan mereka dalam menuju ajal.Tokoh yang berpengaruh lainnya selama perang saudara adalah Dorothea Lynde Dix,Mary Ann Ball (Mother  Bickerdyke),dan Harriet Tubman (Donahue,1996).Sebagai pengawas dari perawat wanita di Kesatuan Tentara Union,Dix mengorganisasikan rumah sakit,mengangkat perawat,dan mengawasi serta mengatur persediaan suplai kepada serdadu.Mother Bickerdyke mengatur pelayanan ambulans,melakukan supervisi perawat,dan memasuki area terlarang di medan perang saat malam hari untuk menyelamatkan korban perang. Harriet Tubman berperan aktif dalam pergerakan Underground Railroad dan membantu pembebasan 300 orang budak (Donahue,1996).
Keperawatan di rumah sakit berkembang pada abad ke-19.Akan tetapi,keperawatan komunitas baru berkembang pada tahun 1893 saat Lillian Wald dan Mary Brewster membuka Henry Street Settlement,yang focus pada kebutuhan kesehatan dari penduduk miskin yang tinggal di rumah-rumah petak di kota New

York (Donahue,1996).
6.   Abad ke-20
Pada awal abad ke-20 terjadi perubahan kea rah cabang keperawatan yang berbasis pada penelitian dan ilmu pengetahuan.Dalam hal ini,peran Mary Adelaide Nutting sangat besar dalam membangun afiliasi pendidikan keperawatan dengan universitas.
7.   Zaman Permulaan abad 21
Pada permulaan abad ini perkembangan keperawatan berubah,tidak lagi dikaitkan dengan factor keagamaan,akan tetapi berubah pada factor kekuasaan.
8.   Masa sebelum perang dunia II
Dasar pelayanan keperawatan dititikberatkan pada pengaduan sebagai ungkapan cinta bersama yang diinspirasikan oleh ajaran agama,sasarannnya adalah pelayanan orang yang sakit.Tenaga perawat yang member pelayanan tersebut sedikit sekali atau bahkan tanpa pendidikan formal.Yang terpenting adakah praktik langsung,karena pada masa itu yang menonjol adalah model peran.Ruang lingkup pelayanan perawatan lebih dalam rangka memenuhi kebutuhan dasar fisiologis manusia yang sakit.
Florence Nightingale (1820-1910) merupakan tokoh pembaharu perawatan pada saat itu dan bahkan sering disebut Ibu Perawatan.Pada waktu itu,Florence Nightingale sudah menyadari pentingnya suatu sekolah untuk mendidik para calon perawat,agar dapat diberikan pengetahuan,keterampilan dan pembinaan mental.

Florence Nightingale
Dalam tulisannya Notes on Nursing;What It Is and What It Is Not,Florence Nightingale mendirikan filosofi keperawatan pertama berdasarkan perawatan dan perbaikan kesehatan (Nightingale,1860).Beliau memandang peran keperawatan sebagai “tugas menjaga kesehatan seseorang” berdasarkan pengetahuan “bagaimana membuat tubuh berada dalam keadaan yang bebas penyakit atau untuk sembuh dari penyakit”(Nightingale,1860).Pada tahun yang sama,beliau mendirikan program pertama yang terorganisasi untuk melatih perawat yaitu Nightingale Training School for Nurses di Rumah sakit St.Thomas di kota London.
Pada tahun 1853,Nightingale menuju Paris untuk belajar bersama dengan Sisters of Charity dan selanjutnya ditunjuk sebagai pengawas Rumah Sakit Umum Inggris di Turki.Pada periode ini Nightingale membuat perubahan dalam praktik hygiene,sanitasi,dan praktik keperawatan.Beliau menjadi relawan saat Perang Crimean tahun 1853 dan mengunjungi rumah sakit di medan perang pada malam hari dengan membawa lampu;ia kemudian dikenal sebagai “lady with the lamp” (wanita dengan lampu).Fasilitas dasar,sanitasi,dan nutrisi pada rumah sakit di medan perang sangat buruk.Akhirnya beliau ditugaskan untuk mengatur dan memperbaiki kualitas dari fasilitas sanitasi.Sebagai hasilnya,angka kematian pada Rumah sakit Barracks di Scutari,Turki menurun 42,7 % menjadi 2,2 % dalam 6 bulan  (Donahue,1996:Woodham-Smith,1983)
9.   Masa Selama Perang Dunia II
Selama perang,banyak kejadian yang merupakan “tekanan” bagi setiap bangsa di dunia.Penerapan teknologi modern dalam bidang pelayanan orang sakit telah mulai diperkenalkan waktu itu sebagai jawaban atas kebutuhan pelayanan kesehatan akibat penderitaan selama perang.Timbulnya penyakit akibat perang,menyebabkan dibutuhkannya peningkatan pengatuhan dan keterampilan tenaga medis maupun perawat.Kemampuan satu bidang profesi tertentu tidak dapat memenuhi kebutuhan masyarakat terhadap pelayanan kesehatan waktu itu.Inipun merupakan tantangan baru bagi perawat dalam memberikan pelayanan kesehatan bersama dengan pfofesi lain.
          10.Masa Pasca Perang Dunia II
                        Akibat Perang Dunia II yang mengakibatkan banyaknya penderitaan bagi penduduk dunia telah menggugah semua pihak untuk memperbaiki  keadaan dunia,perkembangan pesat di segala ilmu dan bidang kehidupan,sekaligus merupakan perubahan-perubahan untuk mewujudkan masyarakat dunia yang sejahtera.
                        Dasar pemikiran semula,”The Nurse must give total patient care” dalam arti sempit telah berkembang,dalam arti luas perawat lebih menyadari atas makna totality of the individual client dari sebelumnya.Oleh karena itu terjadi perubahan dari perawat bekerja sendiri menjadi bekerja secara team.
                        Dalam dekade ini telah dilancarkan perjuangan untuk pengakuan keperawatan sebagai profesi.Lucile Brown (1948) menulis laporan tentang pengakuan perawat sebagai profesi merupakan titik tolak yang besar untuk kehidupan perawat dan profesi perawat.
11.         Sejak Tahun 1950
Dalam mengacu proses profesionalisme,perlu pengembangan pendidikan perawatan.Sebenarnya pendidikan keperawatan di tingkat universitas sudah ada sejak tahun 1909 di Universitas Minoseta Amerika. Namun,pengakuan perawat sebagai profesi,baru terjadi tahun 1950,inipun baru pengakuan saja,belum memenuhi karakteristik profesi.
Pendidikan perawat pada tingkat “Bachelor” dimulai tahun 1919.Pada tahun 1977 telah terdapat 3830 orang lulusan master di bidang keperawatan dan pada tahun 1972 terdapat 9 institusi yang melaksanakan program Doktor di bidang keperawatan.


B. PERKEMBANGAN KEPERAWATAN DI INDONESIA
1.   Masa sebelum kemerdekaan
Pada masa pemerintahan colonial Belanda,perawat berasal dari penduduk pribumi yang disebut verpleger dengan dibantu Zieken oppaser sebagai penjaga orang sakit.Mereka bekerja pada rumah sakit Binnen Hospital di Jakarta yang didirikan pada tahun 170 untuk memelihara kesehatan staf dan tentara Belanda.Usaha pemerintah masa itu antara lain membentuk Dinas Kesehatan Tentara dan Dinas Kesehatan Rakyat.Namun hanya untuk kepentingan tentara Belanda.
Sebaliknya,Gubernur Jenderal Inggris,Rafless sangat memperhatikan kesehatan rakyat.Semboyannya adalah kesehatan adalah milik manusia,ia melakukan berbagai upaya untuk memperbaiki derajat kesehatan penduduk pribumi antara lain mengadakan pencacaran umum,membenahi cara perawatan pasien gangguan jiwa serta memperhatikan kesehatan dan perawatan para tahanan.
Setelah pemerintah colonial kembali ke tangan Belanda,usaha-usaha peningkatan kesehatan penduduk mengalami kemajuan.Pada tahun 1819 di Jakarta didirikan beberapa rumahsakit,salahsatu diantaranya adalah Rumah Sakit Cipto Mangunkusomo (RSCM).Pada kurun waktu 1816-1942 berdiri beberapa rumahsakit swasta milik Misionaris Katolik dan Zending Protestan antara lain Rumah Sakit PGI Cikini.Rumah Sakit St.Carolus Salemba,Rumah Sakit St. Boromeus Bandung dan Rumah Sakit Elisabeth Semarang.Bersamaan dengan berdirinya rumah sakit diatas,didirikan sekolah perawat,RS PGI Cikini tahun 1906 menyelengggarakan pendidikan juru rawat,RSCM tahun1912 ikut menyelengggarakan pendidikan juru rawat.Kekalahan tentara sekutu dan kedatangan tentara Jepang tahun 1942-1945 menyebabkan perkembangan mengalami kemunduran.

2.   Masa setelah kemerdekaan
·       Periode tahun 1945-1962
Tahun 1945-1950,tenaga perawat yang digunakan di unit-unit pelayanan keperawatan masih meneruskan system pendidikan yang telah ada (lulusan “perawat” Pemerintah Belanda)
Bentuk-bentuk kegiatan pelayanan keperawatan dari tahun 1945 sampai 1962 masih berorientasi pada keterampilan melaksanakan prosedur.Pembangunan dibidang kesehatan diawali tahun 1949.Rumah sakit dan balai pengobatan mulai dibangun untuk memenuhi kebutuhan tenaga keperawatan.Pendidikan keperawatan
dari awal kemerdekaan sampai tahun 1953 masih berpola pada pendidikan yang dilaksanakan oleh pemerintah Hindia Belanda.
Tahun 1955 di buka Sekolah Djuru Kesehatan (SDK) dengan pendidikan dasar umum sekolah rakyat ditambah pendidikan satu tahun dan Sekolah Pengamat Kesehatan yaitu sebagai pengembangan SDK ditambah pendidikan satu tahun.
Tahun 1962 dibuka Akademi Perawat,yaitu Pendidikan tenaga keperawatan dengan dasar pendidikan umum SMA di Jakarta,di RSUP Cipto Mangunkusumo yang sekarang dikenal sebagai Poltekes Jurusan Keperawatan Jakarta.
·       Periode tahun 1963-1982
Tidak terlalu banyak perkembangan di bidang keperawatan,sekalipun sudah banyak perubahan dalam pelayanan,tempat tenaga lulusan Akademi Keperawatan banyak diminati oleh rumah sakit-rumah sakit,khususnya rumah sakit besar.
·       Periode tahun 1983-sekarang
Tahun 1983 merupakan tahun kebangkitan profesi keperawatan di Indonesia,sebagai perwujudan lokarya pada tahun 1984 diberlakukan kurikulum nasional untuk Diploma III Keperawatan.
Tahun 1985 dibuka Program Studi Ilmu Keperawatan di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia dan kurikulum pendidkan tenaga keperawatan jenjang S1  juga disahkan.
Tahun 1992,secara hokum keberadaan tenaga keperawatan sebagai profesi diakui dalam undang-undang.
Tahun 1995 dibuka lagi Prodi Ilmu Keperawatan di Universitas Padjadjaran Bandung.
Tahun 1998 dibuka program S2 Keperawatan yang ketiga di Universitas Gadjah Mada,Yogyakarta.Kurikulum Ners disahkan,digunakannya kurikulum ini merupakan hasil pembaruan kurikulum S1 Keperawatan tahun 1985.
Tahun 1999 program S1 kembali dibuka di Universitas Airlangga Surabaya,Universitas Brawijaya Malang,Universitas Hasanudin Ujung Pandang,Universitas Sumatera Utara,Universitas Diponegoro Jawa Tengah,Universitas Andalas dan dengan SK Mendikbud No.129/D/O/1999/dibuka juga Sekolah Tinggi Ilmu Keperawatan (STIK) di St.Carolus Jakarta.Pada tahun ini juga (1999) kurikulum D III Keperawatan selesai diperbaharui dan mulai didesiminasikan serta diberlakukan secara nasional.
Tahun 2000 diterbitkan SK Menkes No. 647 tentang Registrasi dan Praktik Perawat sebagai regulasi praktik keperawatan sekaligus kekuatan hokum bagi tenaga perawat dalam menjalankan praktik keperawatan secara professional.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar